Minggu, 27 Oktober 2013

proses laktasi dan menyusui dalam kajian islam



PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI
DALAM KAJIAN ISLAM
 
A.    Pengertian Laktasi
Laktasi merupakan proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI secara alamiah yang terjadi pada ibu pasca melahirkan. ASI (Air Susu Ibu) telah diproduksi mulai trimester kehamilan, namun ASI tidak keluar dikarenakan adanya plasenta yang menghambat hormone prolaktin. Umumnya ASI keluar 2-3 hari setelah melahirkan (Saleha, 2009).
B.     Anatomi Payudara
Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.
   Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
1.      Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar
2.      Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah
3.      Papilla atau puting, yaaitu bagian yang menonjol di puncak payudara



Bagian – bagian anatomi payudara raga dalam yaitu :
1.      Korpus
Korpus alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah
Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus.
Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung   membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus)
2.      Areola
Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat ototpolos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar.
3.      Papilla atau puting
      Bagian yang menojol yang dimasukan ke mulut bayi untuk aliran air susu
C.    Proses Laktasi
Proses ini timbul setelah ari-ari atau plasenta lepas. Plasenta mengandung hormon penghambat prolaktin (hormon plasenta) yang menghambat pembentukan ASI. Setelah plasenta lepas, hormon plasenta tersebut tak ada lagi sehingga susu pun keluar (Saleha, 2009).
Mulai dari bulan ketiga kehamilan, tubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara. Hormon – hormon yang terlibat dalam proses pembentukan ASI yaitu:
1.      Hormon progesterone yang mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Kadar progesterone dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi ASI secara besar-besaran.
2.      Estrogen yang menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Kadar estrogen dalam tubuh menurun saat melahirkan dan tetepap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui.
3.      Prolaktin yang berperan dalam membesarnya alveoli pada masa kehamilan.
4.      Oksitosin yang mengencangkan otot halus dalam rahim saat melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme. Setelah melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otoot halus disekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu (let-down/milk ejectin reflex).
5.      Human Placental Lactogen (HPL) sejak bulan kedua kelahiran, plasenta mengeluarkan banyak HPL yang berperan dalam pertumbuhan payudara, putting, dan areola sebelum melahirkan. Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI. Namun ASI bisa juga diproduksi tanpa kehamilan (induced lactation).
Proses laktasi merupan suatu interaksi yang sangat kompleks antara rangsangan mekanik, saraf, dan bermacam-macam hormon. Kinerja tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa proses bekerjanya hormon dalam menghasilkan ASI adalah sebagai berikut :
1.      Saat bayi menghisap, sejumlah sel saraf di payudara ibu mengirimkan pesan ke hipotalamus.
2.      Ketika menerima pesan itu, hipotalamus melepas ‘rem’ penahan prolaktin.
3.      Untuk memulai menghasilkan ASI, prolaktin yang dihasilkan kelenjer pituitari merangsang kelenjer – kelenjer susu dipayudara untuk membesar dan menghasilkan ASI.
4.      Setelah produksi ASI penuh, hormon prolaktin berhenti dan digantikan oleh hormon oksitosin yang membuat sel-sel otot di alveoli mengecil sehingga air susu mengalir melalui saluran air susu dan di hisap oleh bayi.
5.      Proses tersebut berlangsung terus menerus selama bayi masih mengsisap, makin banyak rangsangan hisapan bayi makin banyak produksi ASI yang dihasilkan.

Pada keterangan diatas sering dikenal dengan refleks prolaktin dan refleks let down, dimana kedua refleks tersebut masing-masing berperan dalam pembentukan dan pengeluaran air susu.
1.      Refleks prolaktin
Menjelang akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan penting dalam proses pembentukan kolostrum, namun jumlah kolostrum masih terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progestron yang kadarnya memang tinggi. Hormon ini merangsang sel-sel alveoli yang fungsinya untuk membuat air susu. Kadar prolaktin pada ibu yang menyusui akan normal kembali tiga bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak. Setelah anak disapih, maka tidak akan ada peningkatan prolaktin. Walaupun ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tidak terangsang. Pada ibu yang menyusui, prolaktin akan meningkat dalam keadaan-keadaan sebagai berikut:
a.       Stres atau pengeruh psikis;
b.      Anastesi;
c.       Operasi;
d.      Rangsangan puting susu;
e.       Tabungan kelamin;
f.       Obat-obatan trangulizer hipotalamus seperti reserpin, klorpromazin dan fenotiazid.
2.      Refleks let down
Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh adenohipofisis rangsangan yang berasal ari isapan bayi ada yang dilanjutkan neurohipofisis yang kemudian dikeluarkan oksitosin.
Oksitosin yang sampai pada alveoli akan mempengaruhi sel mioepitelim. Kontraksi dari sel akan mermeras air susu yang telah terbuat sehingga keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus yang untuk selanjutnya mengalir melalui duktus laktiferus masuk ke mulut bayi.
Faktor yang meningkatkan refleks let down adalah:
a.       Melihat bayi;
b.      Mendengarkan suara bayi;
c.       Menvium bayi;
d.      Memikirkan untuk menyusui bayi.


D.    Komposisi ASI
Jenis air susu yang dikeluarkan oleh ibu ternyata memiliki tiga stadium yang memiliki kandungan berbeda. Air susu ini memiliki tiga stadium yang terdiri dari kolostrum, air susu transisi/peralihan, dan air susu matur.
1.      Kolostrum
Kolostrum mengnadung sel darah putih dan anti bodi yang paling tinggi dari pada ASI yang sebenarnya, khususnya kandungan immunoglobulin A (IgA), yang memebntu melapisi usus bayi yang masih rentan dalam mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini membantu dalam mencegah bayi mengalami alergi makanan.
Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjer payudara. Kolostrum mengandung jaringan debris dan material residual yang terdapat dalam alveoli serta duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa perineum.
2.      Air susu masa peralihan
a)      Merupakan ASI peralihan dari kolostrum ke ASI matur.
b)      Disekresi dari hari ke4-10 dari masa laktasi, tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur baru terjasi pada minggu ke 3- minggu ke 5.
c)      Kadar protein makin rendah, sedangkan kadar kabonhidrat dan lemak makin tinggi.
d)     Volimenya juga akan semakin meningkat.

Komposisi ASI menurut penyelidikan dari I.S Kleiner dan J.M Osten
Waktu
Protein
Karbohidrat
Lemak
Hari Ke-5
2,00
6,42
3,2
Hari Ke-9
1,73
6,73
3,7
Minggu Ke-34
1,30
7,11
4,0



3.      Air susu matur
a)      Merupakan ASI yang disekresi pada hari ke 10 dan seterusnya, komposisi relative konstan (ada pula yang mengatakan bahwa komposisi ASI relative konstan baru dimulai pada minggu ke3-5)
b)      Pada ibu yang sehat, maka produksi ASI untuk bayi akan tercukupi, ASI ini merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai 6 bulan.
c)      Merupakan satu cairan berwarna putih kekuning-kuiningan yang diakibatkan warna dari garam kalsium caseinat, riboflavin, dan karoten yang terdapat didalamnya.
d)     Tidak menggpal jika dipanaskan.
e)      Terdapat antimicrobial, antara lain sebagai berikut:
1)      Antibody terhadap bakteri dan virus;
2)      Sel (fagosit, granulosit, makrofag, dan limposit tipe T);
3)      Enzim (lizisim, laktoperoksidase, lipase, katalase, fosfatase, amylase, fosfodiesterase, dan alkalin fosfatase);
4)      Protein (laktoferin, B12 binding protein);
5)      Resistanse factor terhadapstafilokokus;
6)      Komplemen
7)      Interferon producing cell;
8)      Sifat biokimia yang khas, kapasitas buffer yang rendah dan adanya faktor bifidus.
9)      Hormon-hormon.








Perbandingan Komposisi kolostrum dan ASI mature

E.     Manfaat Menyusui
ASI merupakan makanan yang diperoleh alamiah dari seorang ibu dan diberikan pada bayi 0-6 bulan. Berikut manfaat menyusui (Bahiyatun, 2009) :
1)      Bagi Bayi
a.       Pertumbuhan dan perkembangan bayi lebih baik
b.      Kandungan zat gizi pada ASI lengkap
c.       Bayi ASI lebih bisa menghadapi efek kuning
d.      Bayi yang sakit bila diberi ASI akan cepat sembuh
e.       IQ anak ASI lebih tinggi dibandingkan anak non ASI
f.       Meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak
g.      Sebagai antibody bagi bayi
h.      Mengurangi resiko infeksi gastrointerstinal
i.        Bayi dengan konsumsi ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir
j.        Mengurangi kejadian karies dentis
k.      Terhindar dari alergi
l.        Membantu perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi
2)      Bagi Ibu
a.       Hisapan bayi membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa pra kehamilan dan mengurangi resiko perdarahan
b.      Lemak disekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah kedalam ASI, sehingga ibu cepat langsing kembali
c.       Menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker leher rahim dan kanker payudara
d.      ASI lebih hemat waktu karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol susu, dot dsb
e.       ASI lebih praktis
f.       ASI lebih murah
g.      ASI selalu bebas kuman
h.      Wanita yang menyusui bayinya mendapat manfaat fisik dan manfaat emosional/psikologis
i.        ASI tidak bakalan basi.
3)      Bagi Keluarga
a.       ASI tidak perlu membeli
b.      Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit dalam perawatan kesehatan
c.       Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi LAM dari ASI eksklusif
d.      Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat
e.       Lebih praktis bila bepergian
4)      Bagi Masyarakat dan Negara
a.       Menghemat devisa negara
b.      Bayi sehat membuat Negara lebih sehat
c.       Menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi
d.      Melindungi kematian karena tidak ada pohon yang digunakan sabagai kayu bakar untuk merebus air
e.       Meningkatkan kualitas generasi penerus
F.     Persiapan Memperlancar Pengeluaran ASI
Berikut ini adalah persiapan yang perlu dilakukan untuk memperlancar pengaluaran ASI (Syafrudin, at al (2011):
1.      Membersihkan putting susu dengan air atau minyak baby oil, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.
2.      Putting susu ditarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.
3.      Bila putting susu belum menonjol, dapat menggunakan pompa susu atau dengan jalan operasi.

Keadaan putting susu dalam mulut bayi mempunyai kauntungan tersendiri, yaitu sebagai berikut :
1.      Rangsangan putting susu lebih mentap, sehingga reflex pengeluaran ASI lebih sempurna.
2.      Mengindari kemungkinan lecet pada putting susu.
3.      Kepuasan bayi saat menghisap ASI lebih besar.
4.      Semprotan ASI lebih sempurna dan menghindari terlalu banyak udara yang masuk kedalam lambung bayi.

Ternyata, hanya ada dua tanda yang menunjukan bayi kurang mendapatkan cukup ASI yaitu :
1.      Air seni bayi berwarna kuning pekat, berbau tajam, dan jumlahnya sedikit. Bayi buang air kecil kurang dari 6 kali sehari. Ini menunjukan bahwa bayi kurang mendapatkan cukup ASI.
2.      Perkembangan berat badan bayi kurang dari 500 gram perbulan dan ini menunjukan bahwa bayi kurang mendapatkan asupan yang baik selama 1 bulan terakhir. Apabila diberikan ASI secara eksklusif (0-6 bulan) dapat mencukupi semua kebutuhan bayi.
Berikut tanda bayi mendapatkan cukup ASI antara lain:
1.      Bayi berkemih 6 kali dalam 24 jam dan warnanya jernih sampai kuning muda.
2.      Bayi sering buang air besar berwarna kekuningan dengan bentuk “berbiji”.
3.      Bayi tampak puas, sewaktu-waktu merasa lapar bangun dan tidur cukup.
4.      Bayi setidaknya menyusu 10-12 kali dalam 24 jam, dengan frekuensi 5-7 menit tiap payudara dan lambung bayi akan kosong mulai dari 2 jam setelah menyusu.
5.      Payudara ibu terasa lunak dan kosong setiap kali selesai menyusui.
6.      Ibu dapat merasakan rasa geli karena aliran ASI, setiap kali  bayi mulai menyusu.
7.      Bayi bertambah berat badannya.
Penyedian berlagsung terus sesuai kebutuhan. Apabila bayi tidak disusui, maka penyediaan air susu tidak akan dimulai. Apabila seseorang ibu dengan bayi kember menyusukan beyinya bersama, maka penyediaan air susu akan tetap cukup untuk kedua bayinya tersebut. Makin sering bayi disusukan, penyediaan air susu ibu juga makin baik. Dua faktor penting untuk pemeliharaan laktasi tersebut adalah rangsangan dan pengosongan payudara secara sempurna (Saleha, 2009).



Pandangan Islam
Alloh ta’ala berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ [QS Luqman : 14]

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Wahai Robb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” [QS al-Ahqof : 15]

Peran bidan yang bermakna prajurit untuk senantiasa menyayangi perempuan dan mengingatkan perempuan dalam perbuatan kebaikan, hendaklan membantuk untuk menyempurnakan persusuan itu dengan ilmu dan intelektual, dan menjadikan keturunan-keturunan yang kuat. Sehingga ibu modern dapat tetap melakukan amalan-amalan yang di perintahkan.

G.    Peranan Bidan Dalam pemberian ASI
Bidan mempunyai peranan yang sangat istimewa dalam menunjang pemberian ASI. Peran bidan dapat membantu ibu untuk memberikan ASI dengan baik dan mencegah masalah-masalah umum terjadi. Peranan awal bidan dalam mendukung pemberian ASI adalah :
1.      Meyakinkan bahwa bayi memperoleh makanan yang mencukupi dari payudara ibunya.
2.      Membantu ibu sedemikian rupa sehingga ia mampu menyusui bayinya sendiri.
Bidan dapat memberikan dukungan dalam pemberian ASI, dengan :
1.      Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam pertama.
2.      Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah umum yang timbul.
3.      Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI.
4.      Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung).
5.      Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin.
6.      Memberikan kolustrum dan ASI saja.
7.      Menghindari susu botol dan “dot empeng”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar