PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI
DALAM KAJIAN ISLAM
A.
Pengertian
Laktasi
Laktasi merupakan proses produksi,
sekresi, dan pengeluaran ASI secara alamiah yang terjadi pada ibu pasca
melahirkan. ASI (Air Susu Ibu) telah diproduksi mulai trimester kehamilan,
namun ASI tidak keluar dikarenakan adanya plasenta yang menghambat hormone
prolaktin. Umumnya ASI keluar 2-3 hari setelah melahirkan (Saleha, 2009).
B.
Anatomi
Payudara
Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang terletak di bawah kulit, di
atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi
bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200
gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.
Pada payudara terdapat tiga bagian utama,
yaitu :
1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar
2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah
3. Papilla atau puting, yaaitu bagian yang menonjol di puncak payudara
Bagian
– bagian anatomi payudara raga dalam yaitu :
1.
Korpus
Korpus alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi
susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel
otot polos dan pembuluh darah
Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus.
Lobus, yaitu beberapa lobulus yang
berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI
disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa
duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus
laktiferus)
2.
Areola
Sinus laktiferus, yaitu saluran di
bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara
ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran
terdapat ototpolos
yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar.
3.
Papilla atau puting
Bagian yang menojol yang
dimasukan ke mulut bayi untuk aliran air susu
C.
Proses
Laktasi
Proses ini timbul setelah ari-ari
atau plasenta lepas. Plasenta mengandung hormon penghambat prolaktin (hormon
plasenta) yang menghambat pembentukan ASI. Setelah plasenta lepas, hormon
plasenta tersebut tak ada lagi sehingga susu pun keluar (Saleha, 2009).
Mulai dari bulan ketiga kehamilan,
tubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem
payudara. Hormon – hormon yang terlibat dalam proses pembentukan ASI yaitu:
1. Hormon
progesterone yang mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Kadar
progesterone dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini
menstimulasi produksi ASI secara besar-besaran.
2. Estrogen
yang menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Kadar estrogen dalam tubuh
menurun saat melahirkan dan tetepap rendah untuk beberapa bulan selama tetap
menyusui.
3. Prolaktin
yang berperan dalam membesarnya alveoli pada masa kehamilan.
4. Oksitosin
yang mengencangkan otot halus dalam rahim saat melahirkan dan setelahnya,
seperti halnya juga dalam orgasme. Setelah melahirkan, oksitosin juga
mengencangkan otoot halus disekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran
susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu (let-down/milk ejectin reflex).
5. Human
Placental Lactogen (HPL) sejak bulan kedua kelahiran, plasenta mengeluarkan
banyak HPL yang berperan dalam pertumbuhan payudara, putting, dan areola
sebelum melahirkan. Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap
memproduksi ASI. Namun ASI bisa juga diproduksi tanpa kehamilan (induced lactation).
Proses laktasi merupan suatu interaksi yang sangat kompleks antara
rangsangan mekanik, saraf, dan bermacam-macam hormon. Kinerja tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut :
Berdasarkan gambar diatas
dapat diketahui bahwa proses bekerjanya hormon dalam menghasilkan ASI adalah
sebagai berikut :
1.
Saat
bayi menghisap, sejumlah sel saraf di payudara ibu mengirimkan pesan ke
hipotalamus.
2.
Ketika
menerima pesan itu, hipotalamus melepas ‘rem’ penahan prolaktin.
3.
Untuk
memulai menghasilkan ASI, prolaktin yang dihasilkan kelenjer pituitari
merangsang kelenjer – kelenjer susu dipayudara untuk membesar dan menghasilkan
ASI.
4.
Setelah
produksi ASI penuh, hormon prolaktin berhenti dan digantikan oleh hormon
oksitosin yang membuat sel-sel otot di alveoli mengecil sehingga air susu
mengalir melalui saluran air susu dan di hisap oleh bayi.
5.
Proses
tersebut berlangsung terus menerus selama bayi masih mengsisap, makin banyak
rangsangan hisapan bayi makin banyak produksi ASI yang dihasilkan.
Pada keterangan diatas
sering dikenal dengan refleks prolaktin dan refleks let down, dimana kedua
refleks tersebut masing-masing berperan dalam pembentukan dan pengeluaran air
susu.
1. Refleks prolaktin
Menjelang akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan
penting dalam proses pembentukan kolostrum, namun jumlah kolostrum masih
terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progestron
yang kadarnya memang tinggi. Hormon ini merangsang sel-sel alveoli yang
fungsinya untuk membuat air susu. Kadar prolaktin pada ibu yang menyusui akan
normal kembali tiga bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak. Setelah
anak disapih, maka tidak akan ada peningkatan prolaktin. Walaupun ada isapan
bayi, namun pengeluaran air susu tidak terangsang. Pada ibu yang menyusui,
prolaktin akan meningkat dalam keadaan-keadaan sebagai berikut:
a.
Stres
atau pengeruh psikis;
b.
Anastesi;
c.
Operasi;
d.
Rangsangan
puting susu;
e.
Tabungan
kelamin;
f.
Obat-obatan
trangulizer hipotalamus seperti reserpin, klorpromazin dan fenotiazid.
2. Refleks let down
Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh adenohipofisis
rangsangan yang berasal ari isapan bayi ada yang dilanjutkan neurohipofisis
yang kemudian dikeluarkan oksitosin.
Oksitosin yang sampai pada alveoli akan mempengaruhi sel
mioepitelim. Kontraksi dari sel akan mermeras air susu yang telah terbuat
sehingga keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus yang untuk selanjutnya
mengalir melalui duktus laktiferus masuk ke mulut bayi.
Faktor yang meningkatkan refleks let down adalah:
a.
Melihat
bayi;
b.
Mendengarkan
suara bayi;
c.
Menvium
bayi;
d.
Memikirkan
untuk menyusui bayi.
D.
Komposisi
ASI
Jenis air susu yang dikeluarkan oleh ibu ternyata
memiliki tiga stadium yang memiliki kandungan berbeda. Air susu ini memiliki
tiga stadium yang terdiri dari kolostrum, air susu transisi/peralihan, dan air
susu matur.
1. Kolostrum
Kolostrum mengnadung sel darah putih
dan anti bodi yang paling tinggi dari pada ASI yang sebenarnya, khususnya kandungan
immunoglobulin A (IgA), yang memebntu melapisi usus bayi yang masih rentan
dalam mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini membantu dalam mencegah bayi
mengalami alergi makanan.
Kolostrum merupakan cairan yang
pertama kali disekresi oleh kelenjer payudara. Kolostrum mengandung jaringan
debris dan material residual yang terdapat dalam alveoli serta duktus dari
kelenjar payudara sebelum dan setelah masa perineum.
2. Air
susu masa peralihan
a) Merupakan
ASI peralihan dari kolostrum ke ASI matur.
b) Disekresi
dari hari ke4-10 dari masa laktasi, tetapi ada pula pendapat yang mengatakan
bahwa ASI matur baru terjasi pada minggu ke 3- minggu ke 5.
c) Kadar
protein makin rendah, sedangkan kadar kabonhidrat dan lemak makin tinggi.
d) Volimenya
juga akan semakin meningkat.
Komposisi ASI menurut
penyelidikan dari I.S Kleiner dan J.M Osten
|
Waktu
|
Protein
|
Karbohidrat
|
Lemak
|
|
Hari Ke-5
|
2,00
|
6,42
|
3,2
|
|
Hari Ke-9
|
1,73
|
6,73
|
3,7
|
|
Minggu Ke-34
|
1,30
|
7,11
|
4,0
|
3. Air
susu matur
a) Merupakan
ASI yang disekresi pada hari ke 10 dan seterusnya, komposisi relative konstan
(ada pula yang mengatakan bahwa komposisi ASI relative konstan baru dimulai
pada minggu ke3-5)
b) Pada
ibu yang sehat, maka produksi ASI untuk bayi akan tercukupi, ASI ini merupakan
makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai 6 bulan.
c) Merupakan
satu cairan berwarna putih kekuning-kuiningan yang diakibatkan warna dari garam
kalsium caseinat, riboflavin, dan karoten yang terdapat didalamnya.
d) Tidak
menggpal jika dipanaskan.
e) Terdapat
antimicrobial, antara lain sebagai berikut:
1) Antibody
terhadap bakteri dan virus;
2) Sel
(fagosit, granulosit, makrofag, dan limposit tipe T);
3) Enzim
(lizisim, laktoperoksidase, lipase, katalase, fosfatase, amylase,
fosfodiesterase, dan alkalin fosfatase);
4) Protein
(laktoferin, B12 binding protein);
5) Resistanse factor terhadapstafilokokus;
6) Komplemen
7) Interferon producing cell;
8) Sifat
biokimia yang khas, kapasitas buffer yang
rendah dan adanya faktor bifidus.
9) Hormon-hormon.
Perbandingan Komposisi kolostrum dan ASI mature
E.
Manfaat
Menyusui
ASI merupakan makanan yang diperoleh
alamiah dari seorang ibu dan diberikan pada bayi 0-6 bulan. Berikut manfaat
menyusui (Bahiyatun, 2009) :
1) Bagi
Bayi
a.
Pertumbuhan dan perkembangan bayi lebih baik
b.
Kandungan zat gizi pada ASI lengkap
c.
Bayi ASI lebih bisa menghadapi efek kuning
d.
Bayi yang sakit bila diberi ASI akan cepat
sembuh
e.
IQ anak ASI lebih tinggi dibandingkan anak non
ASI
f.
Meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak
g.
Sebagai antibody bagi bayi
h.
Mengurangi resiko infeksi gastrointerstinal
i.
Bayi dengan konsumsi ASI mempunyai kenaikan
berat badan yang baik setelah lahir
j.
Mengurangi kejadian karies dentis
k.
Terhindar dari alergi
l.
Membantu perkembangan rahang dan merangsang
pertumbuhan gigi
2) Bagi
Ibu
a.
Hisapan bayi membantu rahim menciut, mempercepat
kondisi ibu untuk kembali ke masa pra kehamilan dan mengurangi resiko
perdarahan
b.
Lemak disekitar panggul dan paha yang ditimbun
pada masa kehamilan pindah kedalam ASI, sehingga ibu cepat langsing kembali
c.
Menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap
kanker leher rahim dan kanker payudara
d.
ASI lebih hemat waktu karena tidak usah
menyiapkan dan mensterilkan botol susu, dot dsb
e.
ASI lebih praktis
f.
ASI lebih murah
g.
ASI selalu bebas kuman
h.
Wanita yang menyusui bayinya mendapat manfaat
fisik dan manfaat emosional/psikologis
i.
ASI tidak bakalan basi.
3) Bagi
Keluarga
a.
ASI tidak perlu membeli
b.
Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya
lebih sedikit dalam perawatan kesehatan
c.
Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi
LAM dari ASI eksklusif
d.
Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat
e.
Lebih praktis bila bepergian
4) Bagi
Masyarakat dan Negara
a.
Menghemat devisa negara
b.
Bayi sehat membuat Negara lebih sehat
c.
Menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi
d.
Melindungi kematian karena tidak ada pohon yang
digunakan sabagai kayu bakar untuk merebus air
e.
Meningkatkan kualitas generasi penerus
F.
Persiapan
Memperlancar Pengeluaran ASI
Berikut ini adalah persiapan yang
perlu dilakukan untuk memperlancar pengaluaran ASI (Syafrudin, at al (2011):
1. Membersihkan
putting susu dengan air atau minyak baby
oil, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.
2. Putting
susu ditarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.
3. Bila
putting susu belum menonjol, dapat menggunakan pompa susu atau dengan jalan
operasi.
Keadaan putting susu dalam mulut
bayi mempunyai kauntungan tersendiri, yaitu sebagai berikut :
1. Rangsangan
putting susu lebih mentap, sehingga reflex pengeluaran ASI lebih sempurna.
2. Mengindari
kemungkinan lecet pada putting susu.
3. Kepuasan
bayi saat menghisap ASI lebih besar.
4. Semprotan
ASI lebih sempurna dan menghindari terlalu banyak udara yang masuk kedalam
lambung bayi.
Ternyata, hanya ada dua tanda yang
menunjukan bayi kurang mendapatkan cukup ASI yaitu :
1. Air
seni bayi berwarna kuning pekat, berbau tajam, dan jumlahnya sedikit. Bayi
buang air kecil kurang dari 6 kali sehari. Ini menunjukan bahwa bayi kurang
mendapatkan cukup ASI.
2. Perkembangan
berat badan bayi kurang dari 500 gram perbulan dan ini menunjukan bahwa bayi
kurang mendapatkan asupan yang baik selama 1 bulan terakhir. Apabila diberikan
ASI secara eksklusif (0-6 bulan) dapat mencukupi semua kebutuhan bayi.
Berikut tanda bayi mendapatkan cukup
ASI antara lain:
1. Bayi
berkemih 6 kali dalam 24 jam dan warnanya jernih sampai kuning muda.
2. Bayi
sering buang air besar berwarna kekuningan dengan bentuk “berbiji”.
3. Bayi
tampak puas, sewaktu-waktu merasa lapar bangun dan tidur cukup.
4. Bayi
setidaknya menyusu 10-12 kali dalam 24 jam, dengan frekuensi 5-7 menit tiap
payudara dan lambung bayi akan kosong mulai dari 2 jam setelah menyusu.
5. Payudara
ibu terasa lunak dan kosong setiap kali selesai menyusui.
6. Ibu
dapat merasakan rasa geli karena aliran ASI, setiap kali bayi mulai menyusu.
7. Bayi
bertambah berat badannya.
Penyedian berlagsung terus sesuai
kebutuhan. Apabila bayi tidak disusui, maka penyediaan air susu tidak akan
dimulai. Apabila seseorang ibu dengan bayi kember menyusukan beyinya bersama,
maka penyediaan air susu akan tetap cukup untuk kedua bayinya tersebut. Makin
sering bayi disusukan, penyediaan air susu ibu juga makin baik. Dua faktor
penting untuk pemeliharaan laktasi tersebut adalah rangsangan dan pengosongan
payudara secara sempurna (Saleha, 2009).
Pandangan Islam
Alloh ta’ala berfirman :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ
بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ
أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu.“ [QS Luqman : 14]
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ
بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا
وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ
وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ
الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا
تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ
الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang
ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan
susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh
bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh
tahun ia berdoa: “Wahai Robb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau
yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang
saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan)
kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya
aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” [QS al-Ahqof : 15]
Peran bidan yang bermakna prajurit untuk senantiasa menyayangi perempuan
dan mengingatkan perempuan dalam perbuatan kebaikan, hendaklan membantuk untuk
menyempurnakan persusuan itu dengan ilmu dan intelektual, dan menjadikan
keturunan-keturunan yang kuat. Sehingga ibu modern dapat tetap melakukan
amalan-amalan yang di perintahkan.
G.
Peranan
Bidan Dalam pemberian ASI
Bidan mempunyai peranan yang sangat istimewa dalam menunjang
pemberian ASI. Peran bidan dapat membantu ibu untuk
memberikan ASI dengan baik dan mencegah masalah-masalah umum terjadi. Peranan
awal bidan dalam mendukung pemberian ASI adalah :
3. Membantu ibu pada waktu
pertama kali memberi ASI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar